Nina Kirana

Pagi bersembunyi di dalam sepi. Zikir-zikirnya menggetarkan setiap gundah, setiap lelah. Tanpa henti.

Angin bulan Juli yang enggan menangis, hari itu menitikkan air matanya hingga menyerupai anak-anak sungai yang berkejaran di tebing pipi. Lupa bernyanyi.

Kaupetik sehelai daun di antara embun dahan-dahanmu. Daun yang lupa untuk jatuh. Kaugenggamkan ia ke sela-sela jemari tanganku. Erat. Mencekat. Membuat jantungku mengelu seolah hilang detak.

“Ini untukmu. Bawalah selalu bersamamu,” lirihmu. “Dan… kutitip huruf-huruf namaku di samudera doamu.”

Lalu… mereka pun membawamu pergi bersama kapal-kapal tahlil. Sendu. Membawa serta teduh tatapmu.

Seperti matahari hilang sinar, laut-laut pun kehilangan suar.

Indonesia kehilanganmu. We lost you…  

Bandung, 20 Juli 2020

~ masih gurat tentangmu

“Allahummaghfirlahu.. warhamhu.. wa’afihi.. wa’fu’anhu…”


Prof. Dr. Sapardi Djoko Damono

Meninggal: 19 Juli 2020, Tangerang

Lahir: 20 Maret 1940, Surakarta