Oleh Ais Irmawati

Besok adalah hari Penilaian Tengah Semester, setelah BDR (Belajar dari Rumah) sejak bulan Maret tahun 2020. Ini karena tidak semua (kepala dan guru) sekolah memahami bunyi surat edaran Mendikbud nomor 4 tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Virus Corona (khususnya).

Poin ke-2, orang tua pun perlu mengetahui pelajaran sekolah anaknya.

Untuk menjamin kesejahteraan psikologi (psychology well-being) orang tua dan anak, maka perlu dilakukan piknik.

Kalau hari biasa piknik dilakukan di luar rumah, saat pandemi begini, pindahkan saja lokasinya. Tetap di rumah, tetap di kamar.

Bersamaan dengan turunnya hujan dan mencari pencerahan pelajaran matematika, kami saling memotret, untuk membuat kuis tebak wajah.

Permainannya aneh dan norak? Tidak masalah, ikatan/bonding orang tua dan anak di masa kecil akan mempengaruhi hubungan selanjutnya.

Bagaimana kalau anak tahu bahwa orang tuanya tidak pintar, sehingga menanyakan jawaban ke orang lain? Pada saat yang sama, anak memahami betapa berharga nilai ( value) keberadaannya, sehingga orang tuanya berusaha mencarikan solusi yang terbaik dengan cara halal bagi dirinya.

Rasa ini penting dimiliki oleh semua anak terlebih dalam menjalani seluruh tahapan perkembangan diri sesuai usianya.

Ada yang berminat bermain bersama kami? 🙂

Dari Ummul Mukminin, ’Aisyah radhiyallahu ’anha,

إِنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا رَأَى الْمَطَرَ قَالَ اللَّهُمَّ صَيِّباً نَافِعاً

“Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ketika melihat turunnya hujan, beliau mengucapkan, ”Allahumma shayyiban nafi’an” yang berarti ”Ya, Allah, turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat”. (HR. Bukhari no. 1032)