Oleh Arif Budiman

Dengan kalimat kun fayakun,
Tuhan menitahkan kepada pena:
“Wahai pena, tuliskanlah olehmu sebuah sajak kehidupan.
Tentang semua yang aku ciptakan,. Tentang segala hal yang telah terjadi dan sedang terjadi”

Pena pun bertasbih,
menuliskan apa yang Tuhan titahkan kepadanya.
Dan tatkala tinta telah kering, maka, selesailah tahapan penciptaan.

Kemudian Tuhan beristiwa’ di atas Arsy,
tergelarlah segala hal yang tercipta.
Maka, tersajakkanlah
semua yang ada di langit
dan di bumi.

(Tanjungpinang, 20 September 2020)