oleh Fathonah Fitrianti

Rasaku sedih bila kekasihku memberi apa yang menjadi harapanku
karena takut aku menangis,
takut jadi ribet kalau aku menangis
Bukan karena ingin membahagiakanku,
bukan karena menyayangiku,
bukan karena menjaga perasaanku

Kutanya pada hati, bagaimana perasaan-Nya bila aku memenuhi harapan-Nya, karena takut aku akan menangisi apa yang Dia hadirkan dalam kehidupanku

Aku takut bila hidupku jadi ribet,
bukan karena ingin membuat-Nya senang,
bukan karena kecintaan pada-Nya,
bukan karena menjaga perasaan-Nya

Rasaku terluka bila kekasihku tidak peduli pada keinginanku
saat sudah kusampaikan baik-baik
Tak peka dengan kesabaranku, hingga aku marah

Aku merasa diriku tak berharga baginya.

Kutanya pada hatiku, bagaimana perasaan-Nya, bila ku tak peduli dengan ingin-Nya,
merasa hidupku aman dan baik-baik,
tak peka dengan kesabaran-Nya,
hingga Dia memberi peringatan

Aku seakan menganggap Dia tidak berharga

Ada rasa keindahan yang berkurang
bila aksi-Nya
bukan atas inisiatif-Nya,
melainkan sesudah kuminta

Ada rasa kecewa
bila aksi-Nya saat ku terlanjur
merasa sedih dan marah

Alangkah indahnya penghambaanku
bila ketaatanku kepada-Nya
atas inisiatifku
untuk tak mengecewakan-Nya.
Bukan saat Dia sudah
membawa kesedihan dan kemarahan
dalam kehidupanku untuk memahamkanku perasaan-Nya

Alangkah indahnya penghambaanku
bila ketaatanku
karena aku ingin membuat-Nya senang,
karena aku ingin menunjukkan cintaku kepada-Nya,
karena aku ingin menjaga perasaan-Nya,
menunjukkan kepada-Nya bahwa Dia berharga di hatiku

Bandung, 10 November 2020