oleh Fathonah Fitrianti

Bagi kita, botol, kaleng dan kertas bekas merupakan sampah, tapi bagi pemulung semua itu yang menjadi rupiah. Seperti bapak ini, beliau tetangga saya, pekerjaannya sebagai pemulung sampah.

Beliau biasa berkeliling di sekitar komplek untuk mengambili sampah-sampah recycleable. Setelah sampah terkumpul, beliau memilahnya di halaman rumahnya. Di hari tertentu beliau tumpuk sampah yang terpilah itu di pinggir jalan tempat janjian dengan mobil pengepul sampah.

Saya biasa sengaja memisahkan dan mengumpulkan sampah-sampah recycleable. Bila telah terkumpul, saya memberikannya untuk beliau. Saya yakin benda-benda ini akan lebih berarti baginya.

Saya berterima kasih, karena oleh mereka sampah-sampah recycleable ini bisa tersalurkan yang ujungnya sampah-sampah ini di daur ulang. Artinya, sampah ini akan bermanfaat kembali, bisa digunakan lagi. Tak menggunung di TPS maupun TPA.

Berawal dari langkah sederhana memilah sampah di rumah, kita telah:

  • bersedekah pada pemulung sampah
  • bersedekah mengurangi sampah yang terbuang
  • bersedekah berpartisipasi dalam upaya menyalurkan sampah ke jalur proses daur ulang

Bandung, 9 November 2020