Oleh Yeni Wulan

Suatu hari di Masjid Al-Ishlah jalan Dago Jati, seorang murid berkonsultasi kepada Sang Guru. Perasaannya perih, karena ditinggalkan pujaan hati yang telah berjanji akan mengikat tali suci.

Murid: “Guru, sebelumnya saya bermimpi, melihat Guru menulis tanda panah ke atas di sebuah papan tulis. Apakah ada maknanya, wahai, Guru?”

Guru: “Tanda panah ke atas itu artinya segala urusan harus engkau kembalikan dan serahkan kepada-Nya. Engkau tidak boleh terlalu bersedih atas apa yang luput dari dirimu.

Di dalam Surat al-Baqarah ayat ke-156 dan 157 disampaikan:

  1. “(Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka berkata innalilahi wa inna ilaihi raaji’uun (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali).
  2. Mereka itulah yang memperoleh salawat dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.”

Murid: “Baik, Guru, sami’na wa atha’na.” Terima kasih atas nasihat yang berharga ini.

Kemudian, murid pun undur diri, berusaha menata keping-keping hati yang terserak.

Alhamdulillah.

Bandung, 26 November 2020