oleh Arif Budiman

Bukankah iblis telah berjanji akan mendatangi manusia
dari arah depan dan belakang, serta dari arah kanan dan kiri.
Dan, janji itu bukanlah janji sembarang janji, tapi janji pasti yang akan ditepati.
Merupakan janji dari makhluk yang pernah menempati surga tertinggi,
yang dipersaksikan oleh Tuhan Yang Maha Suci lagi Maha Merestui janji.

Iblis, tatkala ia menolak sujud kepada Adam, lalu terusir dari surga,
dengan congkaknya berkata kepada Tuhan, katanya,
“Ya, Rabb, berilah aku waktu dan penangguhan.”

Dan, Tuhan pun mengabulkan.

Maka, kun fayakun!
Adam dan Hawa pun terpedaya, lalu terusir dari surga.
Melihatnya, iblis pun tertawa gembira.

Lalu, turunlah mereka berdua ke bumi,
saling terpisah sementara satu sama lainnya.
Iblis pun turut serta dengan para pengikutnya.

Maka, sejak saat itu, Iblis memulai misinya di bumi,
demi menyesatkan umat manusia sebanyak-banyaknya.
Namun, mari sejenak kita urai perihal sumpah iblis
yang telah berjanji mendatangi manusia
dari empat penjuru dirinya,
yang acap kita lupa untuk mengetahuinya.

Pertama, ia akan mendatangi manusia dari depan
yang bermakna: ia akan mengembuskan rasa takut
akan hari esok, serta kekhawatiran terhadap
apa yang sesungguhnya belum terjadi.
Sehingga, kita lupa terhadap hal yang paling nyata
adalah hari ini, bukan esok nanti.

Kedua, ia akan mendatangi manusia dari belakang
yang bermakna: ia akan menumbuhkan rasa sesal
dan trauma terhadap masa lalu, menjadikan manusia
sering berandai-andai dalam hidupnya.
Sehingga, kita lupa terhadap hal yang paling nyata
adalah hari ini, bukan hari kemarin.

Ketiga, ia mendatangi manusia dari kanan
yang bermakna: ia membuat manusia jadi merasa
paling benar dalam beragama, paling taat dalam beribadah,
serta membuat kita jadi merasa paling berilmu.
Sehingga, kita jadi mudah dan suka menghakimi, lupa,
kalau di atas langit masih ada lelangit.

Keempat, ia akan mendatangi manusia dari kiri
yang bermakna: ia akan membuat kita lupa terhadap sayyiah,
hingga sedemikian fasih dan terlatihnya berbuat dosa,
sampai-sampai kita merasa bahwa itu bukanlah dosa.

Dan, kesemuanya itu adalah cara iblis menjerumuskan kita
kepada jalan yang tidak Tuhan diridai dan murkai,
serta menjadikan kita semakin terhijab
dari yang namanya kebenaran dan kesejatian.

Pada akhirnya, janji iblis itu sendiri terangkum dalam satu misi abadi:
menghalangi manusia dari shirath al-mustaqim-nya masing-masing,
yakni jalan orang-orang yang telah diberi nikmat,
bukan jalan yang sesat dan bukan pula jalan yang dimurkai.

Air Raja, 22 November 2020