Oleh Fathonah Fitrianti

Apa yang kaurasakan
Bila saat kau sedih, marah atau kecewa
pada pasanganmu
Kemudian pasanganmu datang
Dengan ucapan serentetan list
Apa saja yang sudah dia lakukan untukmu
Seakan ingin mengatakan
Bahwa dia sudah banyak berbuat
dan kau tak berhak kecewa
Membela diri tanpa itikad memahami

Apa pula yang kaurasakan
Bila saat kau sedih, marah, atau kecewa
pada pasanganmu
Kemudian pasanganmu datang
dengan kepekaan dan kepedulian
merasa tak enak hati
dan meminta maaf
Meski belum paham salahnya
Gemuruhmu rasanya mereda kembali
Apalagi, saat dia
berusaha mengenal dan memahami,
lalu bersungguh hati
untuk tak mengulangi
Hatimu rasanya rida kembali

Saat hidupmu dihampiri
Kesedihan, kemarahan, dan kekecewaan
Apa yang kaulakukan,
saat datang kepada-Nya?
Apakah kau menyebutkan
Serentetan list ibadahmu dan amalmu
Seakan ingin mengatakan
Bahwa kau sudah banyak berbuat
Merasa kecewa dan menggugat
menganggap Dia tak berhak
menghadirkan masalah dalam hidupmu
Membela diri tanpa itikad memahami

Bagaimana kiranya Dia
Bila hidupmu dihampiri
Kesedihan, kemarahan, dan kekecewaan
Hatimu peka dan merasa tak enak hati
Lalu, kau bersegera datang pada-Nya
dengan istigfarmu
menunjukkan kepedulian
dan itikadmu
Meski kau belum memahami

Bagaimana pula kiranya Dia
Bila hidupmu dihampiri
Kesedihan, kemarahan, dan kekecewaan
Kau tanggap untuk
mengenal dan memahami-Nya
melalui semua dinamika itu.
Tobat dengan kesungguhan hati
untuk tak mengulangi

Tanpa sadar,
kau seringkali mendatangi-Nya
dengan tinggi hati
Berkilah dan membela diri
Menutup mata dan telinga hati

Datangilah Dia
Dengan rasa rendah hati
Dengan rasa peka dan peduli
Dengan upaya mengenal dan memahami
Istigfar dan tobat setulus hati

Bandung, 16 Februari 2021