Oleh: Fathonah Fitrianti

Aku berubah bukan untukmu
Jika aku berubah untukmu
Jika tujuanku mengubah diri ialah engkau
Tentu rasaku ialah
“akulah yang mengalah”
Tentu aku ‘kan mudah merasa lelah
Tentu aku ‘kan mudah merasa kecewa

Jika aku kini
tak marah terbawa emosi
Itu bukan kulakukan untukmu
Ini adalah perjalanan tobatku
yang belajar menahan diri
mengabaikan was-was setan
Bersabar untuk tak mengikuti
prasangka burukku

Jika aku kini
tak menangis dan meracau lagi
Itu bukan kulakukan untukmu
Ini adalah perjalanan tobatku
Untuk kembali pada-Nya dalam mengadu
Mencurah tangis tulus nan syahdu
Menjadikan tiap liku dan gundahku
bahan baku munajatku

Jika aku kini
Tak menyalahkanmu lagi
Itu bukan kulakukan untukmu
Ini adalah perjalanan tobatku
Yang kini menyadari
Kehidupan adalah cermin
Agar aku mengindahkan diri

Jika aku kini
Sabar dalam penyikapan
Itu bukan kulakukan untukmu
Ini adalah perjalanan tobatku
Belajar sabar dalam kebaikan dan ketaatan
Belajar sabar untuk tak melakukan
Keburukan dan kemaksiatan

Jika aku kini
Tak mengemis hatimu lagi
Itu bukan kulakukan untukmu
Ini adalah perjalanan tobatku
Kembali membangun kedekatan dengan-Nya
Menjaga perasaan-Nya
Dalam sikapku,
maupun pikiran dan rasa halus
di hatiku

Di balik tiap jalan cerita
Pada hakikatnya
Ini tentang aku sebagai hamba-Nya,
tentang aku denganmu

Kupercaya pada-Nya

Kala kita memperbaiki hubungan dengan-Nya,
Ia ‘kan memperbaiki hubungan kita
dengan sesama manusia

Kala kita memperbaiki kondisi jiwa kita,
Ia ‘kan memperbaiki semesta kita
lahir, batin …

Bandung, 3 Maret 2021