Oleh: Fathonah Fitrianti

Kala ku merasa kecewa dengan hasil
Padahal, sudah berusaha ini itu
Rasa kecewaku menunjukkan
aku menyandarkan pada ikhtiarku
dalam memperoleh hasil

Kala ku merasa kecewa dengan hidupku
Padahal, ku merasa selalu beribadah pada-Mu
Rasa kecewaku menunjukkan
aku menyandarkan pada ibadahku
Dalam membuat nyaman hidupku

Kala ku merasa kecewa dengan respon yang kuterima
Padahal, ku merasa banyak beramal
Rasa kecewaku menunjukkan
aku menyandarkan pada amalku
dalam memperoleh kebaikan

Rasa kecewaku menunjukkan
aku lupa
Bahwa yang seharusnya
aku andalkan
Ialah rahmat-Mu,
pertolongan-Mu

Bukan ikhtiarku
Bukan ibadahku
Bukan amalku

Kala ku merasa kecewa dengan ketetapan-Mu
Rasa kecewaku menunjukkan
aku keukeuh dengan inginku
aku keukeuh pada apa yang terbaik menurutku
Versi logikaku, versi syahwat dan hawa nafsuku

Kala ku merasa kecewa dengan pengaturan-Mu
Rasa kecewaku menunjukkan
Prasangka burukku pada-Mu
yang menganggap Engkau
salah, tak adil, bahkan zalim

Kala ku merasa kecewa dengan takdirku
Rasa kecewaku menunjukkan
Ketidakpahamanku akan ketetapan-Mu
Yang mengizinkan terjadi semua itu

Rasa kecewaku menunjukkan
bahwa aku belum mengenal-Mu
bagaimana Kau menjaga
bagaimana Kau menumbuhkan
bagaimana Kau menyayangi
hamba-hamba-Mu

Sesungguhnya,
Tiada yang perlu dikecewakan
Tiada pantas aku merasa kecewa
Istigfar, ku memohon ampunan

Kini, kusadari
Harapku sepatutnya pada rahmat-Mu
Engkaulah yang kujadikan sandaran

Kini, kusadari
Ku harus melepaskan kemelekatan
Pada inginku, pada harapku

Kini, kusadari
Ku harus berserah diri
Menerima dan menjalani takdir Ilahi

Kini, kusadari
Semua yang hadir bukanlah tanpa arti
Petunjuk-Mulah yang perlu kupahami

Kini, kusadari
Aku perlu lebih mengenal-Mu,
Rabb-ku

Bandung, 1 Maret 2021