Oleh Fathonah Fitrianti

Tulus mendampingi pertumbuhan
Bukan berarti tiada pernah
ada rasa sedih, kecewa, marah
dan juga prasangka buruk
Hanya saja,
tak kutampakkan padamu

Bukan karena aku mengalah
Bukan karena aku mengorbankan diri
Namun, karena kusadari
semua rasa dan prasangka itu
Ialah petunjuk dari kondisi jiwa ini

Aku tahu rasa sedih ini
Sejatinya berasal dari diriku
yang melekat pada
keinginanku untuk ingin
dicintai, disayangi
Diperlakukan dengan hormat
dan perlakuan lainnya
yang menunjukkan aku berharga

Aku tahu rasa kecewa ini
Sejatinya berasal dari diriku
yang melekat pada
Ekspektasiku padamu
bahwa kau sepatutnya begini begitu
Bahwa kau sepatutnya bisa ini itu

Aku tahu rasa marah ini
Sejatinya berasal dari diriku
Yang merasa bingung dan frustasi
Tak tahu bagaimana harus menyikapi
Tak berdaya mengatasi

Aku tahu prasangka itu
Sejatinya berasal dari diriku
Yang melekat pada egoku
Yang melekat pada wahamku
Yang melekat pada traumaku

Kujadikan semua rasa dan pikiranku
Sajian dalam doaku
Yang kupersembahkan pada-Nya
Dengan pengakuan kebutuhanku
akan pertolongan-Nya
Dan ampunan-Nya

Sungguh, dalam tulusku padamu
Ada karunia-Nya yang melapangkan hatiku
Ada rahmat-Nya yang membersihkan hati dan pikiranku
Ada kasih-Nya yang melembutkan hatiku
Ada kuasa-Nya yang menguatkan kesabaranku
untuk lapang, tenang, lembut, dan sabar
dalam mendampingimu

Bandung, 2 April 2021

  • Selftalk ini terpancing oleh curhatan teman-teman tentang anaknya.